Jawaban Ulama:
Setelah mengkaji pertanyaan yang diajukan, maka Komite menjawab sebagai berikut, Sesuatu yang bertuliskan ayat-ayat Al-Qur’an atau ungkapan-ungkapan yang mengandung dzikrullah (dzikir kepada Allah Ta’ala) tidak boleh ditulis di papan penunjuk jalan yang diletakkan di tepi jalan atau pintu masuk kota karena akan menjadi bahan hinaan, pengrusakan, dan olok-olok seiring dengan perkembangan zaman, runtuh atau dibuang.
Oleh karena itu, ayat-ayat Allah Ta’ala atau sesuatu yang mengandung kalimat-kalimat zikir kepada Allah harus disucikan dan tulisan tersebut hendaklah diganti dengan sesuatu yang diperintahkan oleh Allah kepada hamba-Nya, seperti beribadah dengan mengingat Allah Subhanah, membaca ayat-ayat-Nya, merenungkan makna-maknanya, dan mengambil pelajarannya.
Tidak ada larangan menulis ungkapan-ungkapan petunjuk yang tidak berisi ayat-ayat Allah Ta’ala dan dzikir, yang mengajak para sopir untuk berlaku sabar, pelan, tidak kencang dan ngebut atau menyusahkan orang lain, dan hal-hal lain yang membantu menyelamatkan nyawa manusia.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.