Permulaan Hari Bagi Kaum Muslimin

21 Februari 2023 1 Min Baca

Pertanyaan:

Kapan hari bermula bagi kaum Muslimin, apakah ia dari terbit fajar atau setelah tengah malam, sebagaimana pendapat ahli falak (astronomi), dan apa dalilnya dalam Al-Qur’an dan sunah?

Jawaban Ulama:

Hari dalam Islam dimulai dari fajar yang kedua (fajar sadiq) terbit. (Allah) Ta’ala berfirman,

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ

“Dihalalkan bagimu pada malam hari bulan Puasa bercampur dengan istri-istrimu.” (QS. Al-Baqarah: 187)

Sampai dengan firman-Nya,

فَالآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ

“Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” (QS. Al-Baqarah: 187)

Dan Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda,

إن بلالاً يؤذن بليل، فكلوا واشربوا حتى يؤذن ابن أم مكتوم

“Bilal mengumandangkan azan di waktu malam. Oleh karena itu, makan dan minumlah sampai Ibnu Umi Maktum mengumandangkan azan.”

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Sumber & Rujukan

Kitab Rujukan / Sumber Asli
Fatwa Nomor 17638