Jawaban Ulama:
Kalian wajib berdamai di antara kalian dengan terus berusaha menasihati ibu dan saudari perempuan kalian dan suaminya dan saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran demi menggapai rida Allah dan menunaikan hak rahim (silaturahmi). Allah Ta’ala berfirman,
“Maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Anfal: 1)
Allah berfirman,
“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat makruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami memberinya pahala yang besar.” (QS. An-Nisa’: 114)
Dia berfirman,
“Demi masa.”(1) “Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian.”(2) “Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mena’ati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr: 1-3)
Dia berfirman,
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun, dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat.” (QS. An-Nisa’: 36)
Dia juga berfirman,
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya” (QS. Al-Isra’: 23)
Dan seterusnya sampai dengan Firman (Allah) Ta’ala,
“Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat haknya.” (QS. Ar-Ruum: 38)
Dan ayat-ayat lainnya. Dasar lainnya adalah sabda Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi wa Sallam,
“”Agama adalah nasihat.” Kami bertanya, “Bagi siapa, Rasulullah?” Ia menjawab, “Bagi Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum Muslimin, dan kaum Muslimin pada umumnya.”
Janganlah kalian memutuskan hubungan silaturahmi karena Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memperingatkan demikian dalam sabdanya,
“Sesungguhnya rahim adalah jalinan dari Ar-Rahman. Oleh karena itu, Allah berfirman, “Barangsiapa menyambungmu, maka Aku akan menyambungnya. Barangsiapa memutusmu, maka Aku akan memutusnya.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari. Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi wa Sallam juga bersabda,
“Rahim tergantung di `Arsy dan berkata, “Barangsiapa menyambungku, maka Allah akan menyambungnya; dan barangsiapa memutusku, maka Allah akan memutusnya.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim. Jika mereka menerima nasihat dan penjelasan tersebut, maka alhamdulillah atas hidayah (petunjuk) dan persatuan (hubungan yang telah retak). Jika mereka masih enggan dengan tetap bersikukuh dalam keegoan mereka, maka pergaulilah mereka di dunia dengan baik-baik dan tetaplah terus memberi mereka nasihat, berdasarkan ayat-ayat dan hadis-hadis yang telah disebutkan di atas.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.