Jawaban Ulama:
Kisas (qishash) merupakan hak Allah `Azza wa Jalla dan ahli waris korban, sehingga dibolehkan bagi ahi waris atau salah satu dari mereka memaafkan pembunuh dan tidak menuntut kisas atasnya. Apabila salah seorang dari mereka memaafkan, maka gugurlah hukum kisas atasnya, dan ahli waris berhak meminta diat. Allah Ta`ala berfirman,
“Diwajibkan kepadamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh” (QS. Al-Baqarah: 178)
Hingga firman-Nya,
“Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhanmu dan suatu rahmat.” (QS. Al-Baqarah: 178)
Anda boleh membantu untuk memintakan maaf agar tidak dihukum kisas, karena hak memaafkan ada di tangan ahli waris.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.