Jawaban Ulama:
Apabila rasa, warna atau bau air yang disiramkan ke kebun dan pepohonan tersebut mengandung najis, maka air tersebut dihukumi najis, sehingga membuat badan, pakaian atau tempat yang terkena air tersebut menjadi najis. Namun bila rasa, bau atau warna air tersebut sudah hilang, maka badan, pakaian, tempat atau lainnya yang terkena air tersebut tidak dianggap terkena najis.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.