Jawaban Ulama:
Doa-doa yang disusun untuk belajar dan meraih kesuksesan, dan diklasifikasikan menurut kondisi siswa saat belajar merupakan doa bidah yang tidak ada dalil dari Alquran dan sunah Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam mengenai pengkhususannya untuk waktu-waktu tersebut.
Ayat-ayat Alquran, hadits Nabi, atau atsar yang disebutkan dalam doa tersebut sejatinya diturunkan karena sebab-sebab tertentu baik sebab khusus atau sebab umum untuk meminta kepada Allah, berdoa, bersimpuh, berlindung, dan bertawakal kepada-Nya dalam semua urusan yang dihadapi manusia.
Adapun pengkhususan doa sebagaimana disebutkan tadi itu tidak boleh, dan amalan doa ini dengan pengkhususan tadi wajib ditinggalkan, serta tidak boleh diyakini kebenarannya. Doa adalah ibadah kepada Allah, karena itu tidak sah kecuali sesuai tuntunan.
Setiap muslim dan muslimah hendaknya berdoa kepada Allah agar Dia memudahkan semua urusannya, menambah ilmu dan pengetahuan agamanya, mengilhamkan kebenaran, mengingatkan semua yang dia lupakan, mengajarkan semua hal yang tidak dia ketahui, memberikan taufik pada setiap kebaikan, dan memudahkan semua kesulitan, tanpa harus membuat doa-doa bidah yang harus dilakukan untuk setiap kondisi tertentu.
Hal itu akan lebih baik untuk agamanya, doanya akan lebih dekat untuk dikabulkan, dan Allah akan memberikan taufik kepadanya untuk melakukan setiap perbuatan baik. Sebab Allah telah berjanji akan mengabulkan doa, memberikan taufik, hidayah, dan petunjuk bagi orang yang berdoa kepada-Nya.
Syaratnya, mau memenuhi apa yang disyariatkan Allah, beriman kepada-Nya, dan istikamah dalam menjalankan agama-Nya sebagaimana diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya Shallalllahu `Alaihi wa Sallam. Allah Ta`ala berfirman,
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.