Jawaban Ulama:
Jika masalahnya seperti yang Anda sebutkan, maka puasa Anda sah. Salat Anda juga sah. Cairan dan tetesan darah yang keluar setelah suci dari haid tidak dikategorikan darah haid. Anda hanya harus berwudu untuk setiap waktu salat, jika cairan itu keluar. Sama seperti lazimnya darah istihadhah (darah penyakit) dan penderita beser.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.