Jawaban Ulama:
Jika persoalannya seperti yang telah disebutkan, maka Anda dan Istri Anda wajib membayar kafarat serta mengqada puasa Anda yang batal di hari pertama walaupun tidak keluar mani serta bertobat dan beristigfar terhadap apa yang dilakukan.
Kafaratnya adalah: Memerdekakan budak wanita yang beriman, jika tidak mampu maka berpuasa dua bulan berturut-turut, jika tidak mampu maka memberi 60 orang miskin untuk setiap orang miskin setengah sha’ korma, gandum, beras atau sejenisnya dari makanan yang dimakan penduduk negeri.
Adapun hari yang terakhir maka Anda wajib mengqada puasa Anda yang batal dan membayar kafarat. Adapun istri, apabila dia dipaksa maka ia tidak wajib membayar kafarat. Ia hanya wajib mengqada puasanya yang batal.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.