Jawaban Ulama:
Pertama, jika kondisi istri Anda yang sedang sakit itu memang seperti yang disebutkan, maka dia wajib memberi makan orang miskin sebanyak setengah sha’ makanan pokok setempat, dikalikan dengan jumlah hari yang ditinggalkan.
Kedua, jika dia tidak mampu menjalankan ibadah haji, maka dia boleh mewakilkan kepada orang lain untuk menunaikan haji dan umrah atas namanya.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.