Jawaban Ulama:
Jawaban 1: Perempuan tersebut harus mengqada puasa Ramadan yang dia batalkan ketika dia sudah balig. Dia juga harus membayar kafarat kepada satu orang miskin untuk setiap hari puasa yang telah dia batalkan. Kadar kafarat tersebut adalah setengah sha’ kurma, gandum atau bahan makanan lain yang menjadi makan pokok negara tempatnya berada. Dia harus membayar kafarat ini disebabkan dia telah menunda qada puasa yang dia batalkan hingga tiba Ramadan berikutnya tanpa adanya uzur.
Jawaban 2: Jika darah mengalir dari tenggorokan perempuan tersebut ketika dia sedang berpuasa, maka dia harus meludahkannya dan berusaha sekuat tenaga untuk mencegahnya masuk ke dalam perutnya. Jika di saat dia tidur darahnya masuk ke dalam perutnya tanpa sengaja, maka tidak ada masalah dalam hal ini dan puasanya tetap sah.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.