Jawaban Ulama:
Pertama, sesungguhnya Allah Ta’ala akan memberi cobaan kepada manusia dalam kehidupan ini. Dia menguji mereka dengan keburukan dan kebaikan, sakit dan sehat, serta kesulitan dan kemudahan, agar tampak kesabaran orang yang sabar di antara mereka dan kesyukuran orang yang bersyukur di antara mereka, kemudian Dia akan memberikan balasan kepada mereka pada hari dikembalikan kelak. Allah Taala berfirman,
“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Anbiya’: 35)
Dan Allah Taala berfirman,
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang bersabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)
Kewajiban seorang muslim dalam kehidupan ini adalah bersabar dan berharap pahala dari Allah jika ditimpa hal yang tidak menyenangkan, dan memuji dan bersyukur kepada Allah jika mendapatkan kenikmatan, sesuai sabda Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam,
“Sungguh sangat mengagumkan perkara seorang mukmin. Seluruh perkaranya itu baik baginya. Jika ia ditimpa keburukan maka ia akan bersabar, sehingga hal ini baik baginya. Dan jika ia mendapatkan kebaikan maka ia bersyukur, sehingga ini juga baik baginya. Semua itu tidak ada kecuali pada diri orang mukmin.”
Kedua, amalan yang dianjurkan agama untuk Anda sekalian lakukan adalah: berdoa untuk ayah Anda agar diberi kesehatan, pengampunan dan husnulkhatimah, berdoa agar pahala dan ganjarannya diperbesar lantaran penyakit yang dideritanya, bersedekah semampu Anda, dan bersilaturahim kepada para kerabat ayah Anda. Hal serupa juga perlu Anda lakukan untuk ibu Anda yang telah wafat. Hendaklah Anda sekalian menunaikan wasiatnya. Anda sekalian juga harus bersabar merawat ayah Anda, dan hanya mengharap pahala dari Allah Jalla wa `Ala.
Ketiga, selama ayah Anda kehilangan kesadaran dan akalnya tidak dapat berfungsi dengan baik, maka dia tidak memiliki kewajiban untuk melakukan ibadah fisik sama sekali, baik itu puasa ataupun salat karena taklif agama itu terkait erat dengan akal.
Jika akal tidak berfungsi maka taklif agama juga gugur. Kami berharap semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kesehatan kepada ayah Anda, memberinya kesembuhan, begitu juga memberikan kesabaran dan keikhlasan kepada Anda untuk merawatnya, dan memperbesar pahala Anda.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.