Jawaban Ulama:
Seorang wanita Muslimah tidak boleh berada di bawah kekuasaan seorang suami yang bukan Muslim dan dia tidak boleh berhubungan intim dengannya berdasarkan firman Allah Ta’ala,
“Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka.” (QS. Al-Mumtahanah: 10)
Wanita tersebut hendaklah memohon dengan khusyuk kepada Allah agar memberinya jalan keluar dari kesulitannya. Semoga Allah memberikan jalan keluar dari masalah yang tengah dia hadapi. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Dekat.
Dia juga hendaknya berusaha semampu mungkin mencari jalan keluar untuk bebas dari suaminya dan keluarganya dengan pergi meminta suaka dengan mendatangi salah satu Islamic Center yang terdekat.
Atau berusaha mendatangi Mufti Libanon hingga mereka dapat memberikan bantuan dengan melakukan prosedur yang berlaku untuk memisahkannya dari suami dan keluarganya, menjauhkan dirinya dari mereka, dan menceraikannya dari suaminya. Semoga Allah memudahkan urusannya dan memberikannya jalan keluar.
Dan hendaklah dia senantiasa menjaga salat wajibnya walaupun dengan menjamak antara dua salat, seperti salat Zuhur dengan Asar dalam satu waktu. Menjamak salat Magrib dengan Isya dalam satu waktu.
Dan hendaklah dia tetap melakukan puasa di bulan Ramadan dengan rahasia hingga Allah membukakan jalan keluar dari kesulitan yang dihadapinya.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.