Jawaban Ulama:
Secara hukum asal, tidak boleh mencegah kehamilan dan membatasi jumlah keturunan. Kecuali bila ada risiko yang membahayakan bagi seorang wanita, sebagai akibat dari kehamilan. Oleh sebab itu, dalam kondisi seperti ini dibolehkan untuk melakukan pencegahan kehamilan. Adapun pendapat para ahli fikih yang berbunyi “boleh menggugurkan sperma sebelum empat puluh”, maka maksudnya adalah dibolehkan untuk mengonsumsi sesuatu yang dapat menggugurkan kandungan dari rahim sebelum kandungan tersebut berumur empat puluh hari dari awal masa kehamilan.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.