Jawaban Ulama:
Ungkapan yang disebutkan dalam bait-bait syair tersebut tidak diperbolehkan. Sebab, di dalamnya perbuatan Allah disandarkan kepada takdir, sedangkan kewajiban kita adalah menyandarkan semua urusan kepada Allah selaku penentu takdir, disertai dengan sikap rela terhadap keputusan Allah, melakukan introspeksi diri dan bertaubat dari dosa yang menjadi penyebab datangnya hukuman. Hal ini sebagaimana difirmankan oleh Allah Ta’ala,
“Dan musibah apa pun yang menimpamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.” (QS. Asy-Syuura: 30)
Wabillahittaufiq, wa shallallahu `ala nabiyyina Muhammad wa alihi wa shahbihi wa sallam.