Jawaban Ulama:
Dia wajib meng-qadha semua puasa yang ditinggalkannya pada Ramadhan tahun 1401 H, walaupun telah menunaikan puasa Ramadhan tahun 1402 H. Allah Ta’ala berfirman,
“Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (QS. An-Naml : 29-31)
Dan kewajiban puasanya tidak gugur dengan membayar fidyah.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.