Jawaban Ulama:
Jika kondisinya sebagaimana yang Anda sebutkan, maka dia diperbolehkan untuk tidak berpuasa Ramadhan selama masih dalam keadaan seperti itu. Jika dia sudah sembuh dan kuat, maka dia harus meng-qadha puasa yang ditinggalkan. Ini sesuai firman Allah Subhanahu wa Ta’ala ,
“Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari- hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah : 185)
Jika sakitnya berlanjut, maka dia tidak wajib meng-qadha, sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala ,
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah : 286)
Allah Ta`ala berfirman ,
“Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan suatu kesempitan untukmu dalam agama.” (QS. Al-Hajj : 78)
Dia wajib memberi makan orang miskin sebanyak hari yang dia tinggalkan.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.