Jawaban Ulama:
Dengan redaksinya yang demikian, doa tersebut tidak disyariatkan. Redaksi doa seperti itu tidak ada dasarnya dan tidak seharusnya digunakan untuk berdoa. karena doa seperti itu tidak ada dalilnya, baik dari Al-Qur’an maupun sunah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Di samping itu, doa tersebut mengandung hal-hal yang dilarang dan bertentangan dengan akidah. Contohnya adalah ucapan: Pintu kami adalah Bismillah (dengan menyebut nama Allah), dinding kami adalah Tabaraka (Mahasuci Engkau), atap kami adalah Yaasiin, yang mencukupi kami adalah Kaaf Haa Yaa ‘Ain Shaad, yang melindungi kami adalah Haa Miim `Ain Siin Qaaf … Penutup ‘Arsy dibukakan untuk kami.
Berdoa seharusnya menggunakan doa-doa yang disyariatkan dan bersumber dari Al-Qur’an dan sunah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yang telah disebutkan ulama-ulama salaf dalam kitab-kitab mereka.
Misalnya, kitab “Al-Adzkaar” karya Nawawi Rahimahullah, “al-Wabil al-Shayyib” karya Ibnu al-Qayyim Rahimahullah, dan kitab “Tuhfatul Akhyaar” karya Syaikh Abdul Aziz bin Baz – semoga Allah senantiasa menjaganya.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.