Jawaban Ulama:
Doa semacam ini menunjukkan kebodohan besar. Orang yang berdoa dengannya berada dalam bahaya besar, karena doa itu mengandung kata-kata kekufuran dan bid’ah. Oleh karena itu, Anda wajib meninggalkan doa itu dan doa-doa lain yang dikarang-karang, serta mengandung kalimat syirik dan bid’ah. Tidak diperkenankan berdoa semacam ini, baik selesai tawaf, selepas ziarah, atau lainnya.
Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi wa Sallam telah mengajarkan kepada umatnya bagaimana cara berdoa yang benar beserta adab-adabnya. Beliau juga mengajarkan kita untuk mencegah timbulnya jalan kesyirikan dan bid’ah. Banyak sekali doa seperti ini, bagi orang yang diridai oleh Allah untuk mendapat taufik-Nya, serta bersemangat untuk mengikuti petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi wa Sallam, dan berpegang pada syariat yang suci.
Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam hanya dapat dimintakan syafaat dan doanya saat masih hidup di dunia, serta di Hari Kiamat saat kaum muslimin meminta beliau untuk memberikannya kepada mereka. Adapun setelah beliau wafat dan belum dibangkitkan di Hari Kiamat, perbuatan tersebut tidak dibenarkan, bahkan tergolong kemusyrikan. Wallahu A`lam
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.